oleh

Apel Siaga Karhutla 2025 Bupati PALI bersama Forkopimda kabupaten PALI saat mengecek peralatan Karhutlah

PALI, TargetInformasi.com 27/7/2025– Mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di musim kemarau tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menggelar Apel Gelar Pasukan dan Peralatan di Gelora November, Kecamatan Talang Ubi, Kamis

Apel ini menjadi momentum menunjukkan kesiapsiagaan ratusan personel dari berbagai unsur: BPBD, Dinas Damkar, Manggala Agni, Dishub PALI, TNI-Polri, Satpol PP, Pramuka, serta tim pemadam dari sejumlah perusahaan swasta, termasuk sektor perkebunan dan energi yang beroperasi di wilayah PALI.

Bupati PALI Asgianto ST, yang bertindak sebagai pembina apel, didampingi oleh Wakil Bupati Iwan Tuaji SH, Forkopimda, perwakilan BPBD Provinsi Sumsel, dan sejumlah kepala OPD, menyerukan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mencegah bencana Karhutla.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Pencegahan Karhutla butuh sinergi dari seluruh elemen, baik Forkopimda, TNI-Polri, kejaksaan, BUMN, BUMD, hingga perusahaan swasta. Kalau bisa, tahun ini PALI zero asap,” tegas Asgianto kepada wartawan usai apel.

Ia secara khusus menekankan peran perusahaan, terutama perkebunan sawit dan pemegang konsesi lahan seperti PT MHP, untuk aktif siaga dan memperkuat sarana-prasarana pemadaman. “Kalau terbukti lalai, kita tidak akan ragu mengambil tindakan tegas,” ungkapnya.

Bupati PALI Asgianto saat menandatangani fakta integritas
Pemerintah Kabupaten PALI juga telah menandatangani fakta integritas bersama seluruh pihak, sebagai bentuk komitmen pencegahan Karhutla. Edukasi ke masyarakat terus digencarkan, terutama agar tidak membuka lahan dengan cara membakar

“Kami imbau masyarakat untuk tidak membakar lahan. Bahayanya sangat besar, ” kata Asgianto.

Menanggapi instruksi Presiden mengenai perusahaan yang lalai dalam pencegahan Karhutla, Bupati Asgianto menegaskan bahwa Pemkab PALI sudah menjalankan langkah konkret. Apabila ditemukan peralatan pencegahan tidak lengkap, tindakan hukum akan dijalankan.

“Polres PALI juga sudah bergerak. Jangan main-main soal ini. Kita ingin jaga langit PALI tetap biru, dan tidak menyumbang asap untuk daerah lain,” tutup Bupati.

Kepala BPBD PALI, Ahmad Hidayat, dalam laporannya menyampaikan bahwa dari Januari hingga Juli 2025, sudah terpantau 105 titik hotspot di wilayah PALI. Data ini menjadi dasar penting bagi BPBD dan seluruh stakeholder untuk meningkatkan kewaspadaan.

EDITOR; ROSIDI.AR

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *