oleh

Pintu Gerbang Kantor DPC PEPABRI OKU Kegiatan Organisasi Terganggu, Akibat Adanya 2 Kunci Gembok di Pintu Gerbang Kantor DPC PEBPABRI OKU

BATURAJA OKU,Target Informasi.com 8/8/2025 Sumatera Selatan –Kegiatan rutin organisasi di Kantor DPC PEPABRI Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan, sempat terganggu akibat adanya penambahan dua buah gembok pada pintu gerbang kantor tersebut.

Informasi ini pertama kali diterima awak media dari salah satu anggota DPC PEPABRI OKU yang enggan disebutkan namanya. Biasanya, pintu gerbang kantor hanya dikunci dengan satu buah gembok. Namun pada Jumat , ditemukan total tiga buah gembok terpasang.

Kondisi ini menghambat pelaksanaan kegiatan rutin “Jumat Bersih” yang dijadwalkan dilakukan oleh para anggota PEPABRI OKU dalam rangka menyambut kembalinya Ketua DPC PEPABRI OKU, Mayor (Purn). TNI. H. Johani, S.Ag., dari tanah suci usai menunaikan ibadah haji selama 40 hari.

“Biasanya hanya satu kunci gembok. Tapi saat saya ingin memulai kegiatan bersih-bersih kantor, saya kaget karena ada tiga gembok terpasang. Saya sendiri hanya memasang satu kunci gembok, jadi saya tidak tahu siapa yang menambahkan dua kunci gembok lainnya,” ungkap Mayor (Purn) Johani kepada Target Informasi,com saat ditemui di kantor DPC PEPABRI OKU, Sabtu (9/8/2025).

Ia pun memutuskan untuk tidak melanjutkan kegiatan hari itu demi menghindari konflik atau kesalahpahaman lebih lanjut. Diketahui bahwa Kantor DPC PEPABRI OKU berada di atas lahan milik TNI yang secara resmi telah diserahkan untuk digunakan oleh organisasi PEPABRI OKU.

“Pintu gerbang kantor ini memang selalu kami kunci dengan satu rantai dan satu kunci gembok, semata untuk menjaga aset negara agar tetap aman dan terawat,” jelasnya.

Ketua DPC PEPABRI OKU juga mengungkapkan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan DPD PEPABRI Sumatera Selatan, dan pada dini hari sekitar pukul 00.02 WIB, ia menerima informasi bahwa dua kunci gembok tambahan tersebut telah dibuka. Namun hingga saat ini, belum diketahui siapa yang memasangnya maupun siapa yang membukanya.

“Saya hanya tahu bahwa setiap Sabtu pagi kami membuka pintu gerbang untuk kegiatan senam dan agenda lainnya seperti pengajian, pembinaan, serta kegiatan sosial hingga keagamaan. Penambahan kunci gembok ini jelas membuat aktivitas kami terganggu,” tegasnya.

Senada dengan itu, Sekretaris DPC PEPABRI OKU, IPTU (Purn) Pol. Irianto Ishak, juga menyayangkan adanya tindakan tersebut.

“Seperti yang disampaikan oleh Ketua, kegiatan kami sempat terhambat. Yang lebih kami sayangkan, sampai sekarang kami tidak tahu siapa yang menambahkan kunci gembok tersebut,” ucapnya.

Irianto juga menjelaskan bahwa kantor DPC PEPABRI OKU ini telah berdiri sejak tahun 1980-an dan dibangun oleh pemerintah daerah OKU khusus untuk sekretariat PEPABRI. Bahkan sebelum lahan ini menjadi aset resmi milik TNI, kantor ini sudah dikelola dan dirawat oleh PEPABRI.

“Sejak dipercayakan kepada Pak Johani, kegiatan PEPABRI OKU berjalan sangat baik. Kami rajin menggelar senam bersama, kegiatan sosial dan keagamaan, serta menjaga lingkungan kantor ini tetap bersih dan bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Meski insiden ini telah berakhir tanpa kericuhan, pihak DPC PEPABRI OKU berharap kejadian serupa tidak terulang kembali agar kegiatan organisasi dapat berjalan lancar dan terus memberi manfaat bagi para anggotanya dan masyarakat sekitar.(Tim)

EDITOR :Rosidi.AR

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *